Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1

Hai hai hai! Ini dia cerita jalan jalan ke Jepang bagian 1. Tulisan ini bakalan panjang dan mungkin sedikit membosankan cuma sabar2 aja siapa tau ada informasi yang kalian butuhkan disini.

Hari ke 2: Nagoya – Kyoto – Kiyomizu-dera

Cerita ini akan saya mulai dihari berikutnya setelah Menginap di Bandara Haneda. Pagi itu sekitar jam 09.00 saya sudah siap untuk keluar dari bandara haneda dan dihari itu saya berencana langsung ke Hiroshima! Kebetulan ada teman yang sudah duluan ke Jepang dan ada lebihan SUICA akhirnya saya pakai aja untuk ke Tokyo Station. Haneda ke Tokyo Station hanya memakan waktu kurang lebih 30-40 menitan dan sesampainya disana langsung ke JR Office untuk menukarkan JRPASS yang sebelumnya sudah dibeli melalui travel agent di Jakarta, ternyata cukup antri dan udah panik lirik2 jam terus. 5-8 menit mengantri tiba juga giliran saya dan proses penukaran hanya memakan waktu 5 menit. Ngacir deh ke peron yang menuju ke Hiroshima.

SUICA JAPAN JR PASS JAPAN JR PASS JAPAN Japan Railways

Karena terburu2 akhirnya agak salah naik kereta, harusnya via Shin-Osaka tetapi naiknya yang Shin-Kobe sebenarnya sama saja kok.

Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1 Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1

Ditengah perjalanan menuju ke Hiroshima ternyata baru kerasa badan cape dan lapar karena kurang istirahat dan makan keliatannya :p lalu diputuskan secara random untuk berhenti di Nagoya dan cari makan disana. Sibuk tanya2 ke mbah Google bingung akhirnya nanya ke petugas di Stasiun yang menunjukkan arah ke bawah tanah dan ternyata banyak makanan dibawah mulai dari Ramen, Curry Rice dan lainnya.

Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1

Ini makanan kalo ngga salah pork curry yang rasanya lumayan enak (namanya juga lagi laper apa juga enak :p ) seharga ¥800an kayaknya 😛 . Udah kenyang? Yuk lanjut! Setelah berunding dengan rekan seperjalanan akhirnya diputuskan untuk langsung aja ke penginapan di Kyoto lah, kita cancel aja Hiroshima karena memang waktu itu sudah menjelang sore.

Perjalanan dilanjutkan ke Kyoto dan berhenti di Kyoto Station! Nah menurut teman yang sebelumnya pernah menginap di guest house yang sama akan lebih mudah jika kita naik bus ke guest house. Halte bus letaknya disebelah kanan ketika keluar dari pintu stasiun Kyoto, kita naik bus nomor 206 yang berhenti langsung di Higashiyama Sanjo dan jalan dikit menuju ke Guest House Gajyun. Review Guest House Gajyun bisa dibaca disini.

Selesai check-in dan masukkin koper ke kamar, saya pun lanjut jalan lagi ke Kiyomizu-dera temple yang terletak ngga jauh dari situ. Walaupun dekat kita tetap harus naik bus lagi sekalian memanfaatkan one day bus pass yang udah kita beli sebelumnya.

Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1 Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1

Jalanan sekitar guest house sangat menyenangkan sekali atau mungkin memang beginilah Kyoto! Hmmm…

Naik bus sekitar 5 menitan eh sudah sampai di halte dekat Kiyomizu-dera temple, lanjut jalan kaki 10 menitan untuk mencapai templenya. Jalanannya sangat crowded sekali, mungkin karena waktu itu hari sabtu. Sepanjang jalan menuju ke temple banyak sekali penjual makanan, eskrim, oleh2 dan banyak lagi, sehingga banyak orang yang banyak berjalan pelan dan bahkan mampir untuk berbelanja. Sampai di Kiyomizu-dera ternyata keren banget bangunan dibalut warna orange yang pekat dipadu dengan background langit yang biru. Sayangnya saat itu bunga sakura banyak yang belum sepenuhnya mekar dan ngga banyak yang bisa difoto.

Kiyomizu-dera Kiyomizu-dera Kiyomizu-dera

(klik untuk memperbesar)

Selesai foto2 di Kiyomizu-dera gw kembali turun mengarah pulang lalu tak lama terlihat sign “Kodai-ji Temple” ya udah iseng ngikutin arah panah itu mumpung memang searah ke guest house. Ternyata dijalanan yang menurun itu terdapat 1 pohon sakura yang sangat bagus sekali, bunganya mekar penuh! Keren! Berhenti untuk foto2 sebentar! Jalanan menuju ke Kodai-ji Temple ini sama dengan jalanan sebelumnya yang ada pedagang snack dikanan-kiri jalannya. Saya pun terhenti di toko yang menjual roti goreng, yakkk roti goreng! terlihat sangat enak walaupun rasa aslinya biasa saja haha well, yang penting nyobain deh karena harganya juga ga mahal sekitar ¥100 / 6 pcs.

Kiyomizu-dera Kiyomizu-dera

Sampai di gerbang Kodai-ji Temple eh udah gelap! Kaki juga udah lumayan capek, ah ya sudah pulang aja deh ke penginapan. Makan malem kali ini dipersembahkan oleh Lawson yaitu Bento berisi Mie, Nasi dan Katsu2an seharga ¥480.

Hari ke 3: Hiroshima

Makan pagi di guest house dimulai teng jam 07.00 lalu mandi dan bersiap melakukan perjalanan ke Hiroshima, yes akhirnya jadi juga jalan ke Hiroshima secara dadakan. 09.30 sudah meluncur via Kyoto Station dan naik Shinkansen ke Hiroshima Station. Wooofff wooffff *eh berasa naik kereta uap aja* Perjalanan ini ditempuh selama sekitar 110 menit. Di kereta saya ketiduran dan menyebabkan telat turun di Hiroshima Station, padahal sudah cepat2 berdiri eh begitu mau turun kereta, pintunya nutup 🙁 🙁 karena saya pikir dekat, akhirnya saya berdiri di dekat pintu tapi kok lama ngga sampe2 ya di stasiun berikutnya :p tetiba dicolek sama ibu2 orang jepang yang memberikan saya duduk, antara ga tega atau saya menghalangi pintu antar gerbong yah :p. Ya sudah deh akhirnya duduk dan sekitar 10 menitan tiba di Yamaguchi Station! Kelewatnya lumayan jauh sekitar 20 menitan ternyata :(. Turun dan pindah jalur untuk arah sebaliknya dan lagi2 menunggu kereta datang sekitar 5 menit. Untungnya disepanjang jalan pemandangannya bagus dan ngga membosankan jadi bisa dinikmati. Melongok keluar Yamaguchi Station ada jalur private dengan kereta berwarna warni berjalan senada dan menurut saya menarik untuk difoto, cuaca pun sedang bagus awan biru.

Jalan jalan ke Hiroshima

Shinkansen yang saya naiki menuju Hiroshima terasa aneh, kok lebih bagus rapih ya? ternyata salah naik, saya naik yang Nozomi (tidak tercover oleh JRPASS) dan naik di gerbong reserved! 2x salah kalau begini sih. Dengan pede saya jalan dari gerbong nomor 14 ke gerbong nomor 1 dan setiap ketemu kondektur *bener ga sih namanya* saya nyapa aja sambil jalan buru2. Emang rejeki anak sholeh, kondekturnya ga memeriksa tiket atau pun JRPASS saya, alhasil aman turun di Hiroshima! :p.

Tiba di Hiroshima sudah pukul 13.00 lewat dan genderang perang di perut sudah berbunyi kencang. Karena ngga tau harus makan apa, saya pun memutuskan menuju ke Atomic Bomb Dome dan mencari makanan disekitar sana saja. FYI di Hiroshima ada city tour bus bernama Mei Puru~pu yang bisa kita naikin secara gratis jika memiliki JR PASS. Informasi lengkapnya disini. Naik bus tersebut memakan waktu 10 menit untuk sampai ke Atomic Bomb Dome.

Begitu turun dari bus clingak clinguk cari tempat makan, mau masuk mall tapi kok bosen ya sama makanan mall. Iseng jalan ke gang2 kecil dan nemu tempat tersembunyi didalam gedung lantai 2F, karena di depan gedung tersebut sudah tulis perkiraan harga untuk makan dan masih masuk dengan budget makan harian :p. Lets give it a try! Saya pesan Okonomiyaki dan satu lagi adalah daging sapi yang lupa banget namanya apa but it’s suprisingly DELICIOUS! you guys should try when you go to Hiroshima.

Okonomiyaki Hiroshima Okonomiyaki Hiroshima Jalan Jalan ke Hiroshima Jalan Jalan ke Hiroshima

Perut kenyang hati senang dan siap explore si Atomic Bomb Domenya. Jalan kaki ngga sampai 10 menit kok dari restoran itu ke Bomb Domenya. Sight-seeing di Hiroshima memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan untuk saya. Tempat ini bisa dibilang hampir ngga ada turis, semuanya yang saya lihat sebagian besar adalah warga kota tersebut. Mereka menikmati kota dengan hanya duduk2 ditaman, ngobrol dengan teman, ada yang foto2, melukis, naik sepeda dan sesekali ada turis tetapi secara garis besar lokasi ini sepi dan enak dikunjungi.

Atomic Bomb Dome Hiroshima Atomic Bomb Dome Hiroshima Atomic Bomb Dome Hiroshima

Atomic Bomb Dome ini ternyata sangat dekat dengan Peace Memorial Park, tinggal nyebrang jembatan aja sampai adanya dikiri jalan. Tamannya pun sangat bagus dan tertata rapih. Saya menyempatkan diri untuk berfoto dibangku taman dan menikmati pemandangan sekitar taman.

Atomic Bomb Dome Hiroshima

17.30 waktunya pulang kembali ke Kyoto. Depan Bomb Dome persis ada halte tram, dengan PEDEnya saya ngantri dan siap naik, begitu tram datang dan mau masuk eh eh di tap pake SUICA ngga bisa! begitu lihat logo2 di badan tram ternyata harus menggunakan ICOCA. hahaha. Udah deh, nyebrang balik ke halte bus yang sebelumnya kita naikin dan untungnya lagi saya masih kebagian bus slot terakhir yaitu 17.59 hebat bener deh ontimenya negara ini. fyuuhhhh.

Tram Station Hiroshima Tram Station Hiroshima Tram Station Hiroshima

10 Responses

  1. Maria says:

    Haloooo

    Bagaimana cara anda membuat tulisan di web.id ini ?
    Mohon ajarannya ^_^

    • Si Ogie says:

      Halo Kak Maria

      Gampang kok hanya membeli domain web.id sama webhostingnya

      Nama domainnya bisa pake nama kak maria atau yg diinginkan.

      Cheers

  2. traisna says:

    dear, tulisan anda kan ada juga di jalan2.com yach, itu poto potonya terang terang pake dslr gimana si potonya kak ?

    • Si Ogie says:

      Halo kak traisa,

      Iya bener saya nulis di jalan2.com juga 🙂
      itu pakai DSLR dengan settingan manual disesuaikan dengan gelap terang lokasi. Lalu post processing lagi di laptop.

      Cheers,
      Ogie

  1. May 3, 2016

    […] sukses dengan tulisan Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1 kini mari kita lanjutkan ke Jalan Jalan ke Jepang Bagian 2 (cieelah macam penulis terkenal aja). […]

  2. May 26, 2016

    […] ini meliputi Harajuku, Shibuya, Shinjuku dan lainnya. Kalau belum baca tulisan bagian 1 dan 2 bisa klik disini […]

  3. June 2, 2016

    […] Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1 […]

  4. December 2, 2016

    […] Jalan Jalan ke Jepang Bagian 1 […]

  5. September 6, 2017

    […] Yang Enak Untuk Coba di Jepang – Makanan Jepang semakin menjamur serta jadi satu diantara makanan favorite beragam kelompok di Dunia. rasa-rasanya […]

  6. September 12, 2017

    […] baca juga: Jalan jalan ke Jepang bagian 1 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »

Small Things Written by Ogie is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache